Kamis, 29 Januari 2015

Pembahasan Sejarah SIMAK UI 2009 Kode 917 Nomor 26

Pertanyaan :
26. Lembaga bentukan Jepang yang bertugas mengadakan penyelidikan untuk mempersiapkan
kemerdekaan Indonesia adalah …
(A) PETA
(B) Jawa Hokokai
(C) Heiho
(D) PPKI
(E) BPUPKI

Jawaban : E

Pembahasan :
Beberapa badan bentukan Jepang antara lain :
PETA (Pembela Tanah Air)
PETA dibentuk pada 3 Oktober 1943. Tugasnya: mempertahankan Indonesia dengan sekuat tenaga dan daya bila datangnya serangan Sekutu.

Jawa Hokokai ( Perhimpunan Kebaktian Rakyat Jawa)
Jawa Hokokai adalah organisasi resmi pemerintah yang diawasi langsung oleh para pejabat militer yang dipersiapkan sebagai gerakan total dalam menghadapi serangan Sekutu. Tugas pokoknya adalah mengumpulkan dana, bahan pangan, dan besi–besi tua untuk keperluan perang. Karena organisasi ini membuat rakyat resah, susah, dan menderita, maka tidak mendapat dukungan rakyat.

Heiho (Pembantu Prajurit Jepang)
Heiho adalah organisasi militer yang anggotanya adalah orang– orang pribumi, dibentuk pada April 1943. Para anggotanya mendapat pelatihan kemiliteran yang lengkap. Setelah lulus anggotanya langsung dimasukkan ke dalam kesatuan komando tentara Jepang dan siap dikirim ke medan pertempuran, seperti ke Malaya, Birma, dan Kepuluan Solomon.

PPKI (Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia)
Adalah badan bentukan Jepang pengganti BPUPKI pada tanggal 7 Agustus 1945 yang bertugas untuk mewujudkan kemerdekaan Indonesia. Untuk menyempurnakan PPKI, pada tanggal 9 Agustus 1945 Ir. Soekarno, Drs. Moh. Hatta, dan dr. Rajiman Wedyodiningrat dipanggil ke Da Lat (Vietnam) oleh Jenderal Terauchi. Dalam pertemuan itu Ir. Soekarno diangkat menjadi ketua PPKI dan Moh. Hatta menjadi wakil ketua. Jepang berjanji akan mengesahkan Kemerdekaan Indonesia, besok pada 24 Agustus 1945. Jika Indonesia sudah merdeka, wilayahnya meliputi seluruh bekas wilayah kekuasaan Hindia Belanda.

BPUPKI (Badan Penyelidik Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia)
Pada 1 Maret 1945, pemerintahan Jepang di Jawa dipimpin Saiko Syikikan Kumakici Harada, membentuk Badan Penyelidik Usaha-Usaha Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) yang dalam bahasa Jepangnya disebut Dokuritsu Junbi Cosakai. Yang diangkat sebagai ketua BPUPKI ialah Dr. K.R.T. Rajiman Wedyodiningrat. Tugas pokok BPUPKI adalah melakukan penyelidikan terhadap usaha-usaha persiapan Kemerdekaan Indonesia.

Jadi jawaban yang benar adalah BPUPKI

Pembahasan Sejarah SIMAK UI 2009 Kode 917 Nomor 25

Pertanyaan :
25. Di bawah ini ada beberapa faktor eksternal yang memengaruhi corak pergerakan nasional Indonesia, kecuali…
(A) Revolusi Cina yang dipelopori Dr Sun Yat Sen
(B) Gerakan Turki Muda yang dipelopori Mustafa Kemal Pasha
(C) Gerakan Nasional Filipina di bawah pimpinan Yose Rizal
(D) Gerakan Nasional di India di bawah pimpinan Mahatma Gandhi
(E) Revolusi kaum Bolsyevik di Rusia

Jawaban : E

Pembahasan :
Faktor eksternal adalah hal-hal dari luar Indonesia. Sejatinya faktor dari luar yang mempengaruhi pergerakan nasional Indonesia ini hanya terbatas dilingkup wilayah Asia pada khususnya dan Asia-Afrika pada umumnya, tidak lebih. Mengapa? Hal ini dikarenakan Negara-negara di kawasan tersebut memiliki beberapa kesamaan, salah satunya adalah sama-sama pernah mengalami penjajahan oleh Negara Eropa pada abad 16 – 20. Atas dasar kesamaan nasib, sama-sama dijajah bangsa Barat, bangsa Jepang, Cina, Mesir, India-Pakistan, Filipina, Turki melalui perjuangan masing-masing mampu memerdekakan diri dari belenggu penjajahan. Melihat kenyataan tersebut, timbullah kesadaran dan rasa percaya diri untuk bangkit melawan penjajahan melalui organisasi sosial-politik.

Berarti yang tidak termasuk gerakan nasionalisme Asia - Afrika adalah nasionalisme kaum Bolsyevik di Rusia.

Rabu, 28 Januari 2015

Pembahasan Sejarah SIMAK UI 2009 Kode 917 Nomor 24

Pertanyaan :
24. Alasan Inggris menyerang Hindia Belanda terutama Pulau Jawa pada tahun 1811 adalah …
(A) Inggris ingin merebut pusat penghasil rempah-rempah
(B) Inggris ingin menguasai perdagangan beras dari Jawa
(C) Hindia Belanda waktu itu menjadi bagian dari kekuasaan Perancis
(D) Hindia Belanda menyerang kedudukan Inggris di Bengkulu
(E) Hindia Belanda memblokade Singapura

Jawaban : C

Pembahasan :
Alasan Inggris menyerang Hindia Belanda terutama jawa adalah karena Hindia Belanda saat itu menjadi wilayah kekuasaan Perancis.

Saat itu Inggris sedang konflik dengan Perancis. Konflik ini terjadi saat republik Perancis dipimpin oleh kaisar Napoleon Bonaparte (1804-1815). Napoleon sangat berambisi untuk mengusai seluruh Eropa yang menyebabkan dirinya harus berhadapan dengan Negara-negara Eropa yang lain seperti Inggris, Swedia, Spanyol, Prusia dan Austria. Negara-negara tersebut segera membentuk pasukan koalisi yang berusaha untuk membendung ambisi Napoleon. Terjadilah perang koalisi yang berlangsung antara tahun 1792 sampai tahun 1815.

Dalam usaha memperlemah Inggris, pada perang koalisi IV (1806-1807) Napoleon di Berlin mengeluarkan Dekrit Berlin yang berisi Continental Stelsel, yakni suatu usaha blokade
ekonomi terhadap Inggris dengan melarang negara-negara Eropa untuk mengadakan hubungan dagang dengan Inggris dan menerima kapal-kapal Inggris untuk berlabuh di kawasan Eropa. Siapa yang melanggar ketentuan ini akan dihancurkan oleh Prancis. Keadaan ini membuat Inggris harus memutar otak untuk mengatasi kesulitan ekonomi dalam hal pemasaran barang produksinya. Hal yang paling realistis menurut Inggris saat itu adalah pasar dunia timur. Saat itu Inggris (EIC) telah menguasai India (1600-1950). Kebijakan blokade menjadi bumerang bagi Perancis ketika Inggris menyerang Jawa (Hindia-Belanda) tahun 1811. Dengan motif ekonomi dan balas dendam serta memanfaatkan kelemahan jenderal Willem Jansens, Inggris pada tanggal 18 September 1811 berhasil mengalahkan tentara Belanda-Perancis di daerah Salatiga, Tuntang.

Pembahasan Sejarah SIMAK UI 2009 KODE 917 Nomor 23

Pertanyaan :
23. Sikap Kesultanan Ternate mengizinkan bangsa Portugis mendirikan benteng di wilayahnya dilatar belakangi oleh keinginan untuk …
(A) Membendung kedatangan VOC di wilayahnya
(B) Mencegah monopoli perdagangan EIC
(C) Mengatasi persaingan dengan kerajaan Tidore
(D) Memperoleh bantuan keuangan dari Portugis
(E) Untuk mengusir bangsa Spanyol

Jawaban : C

Pembahasan :
Penguasaan terhadap Maluku terjadi ketika sedang adanya persaingan antara kerajaan Ternate dan Tidore. Dalam hal ini Ternate meminta bantuan kepada Portugis untuk membantu mendirikan benteng pertahanan. Portugis memanfaatkan dengan baik situasi ini dengan memberikan bantuan kepada Ternate dengan meminta imbalan hak monopoli rempah-rempah. Muncul ketegangan antara Ternate dengan Portugis, karena rakyat mendapatkan kesulitan menjual rempah-rempah akibat dari politik monopoli perdagangan yang dijalanakan oleh Portugis, dan juga dengan adanya aktifitas penyebaran agama Kristen di sekitar Ternate yang merupakan kerajaan Islam. Seorang penyebar agama Kristen Katolik di Maluku yang terkenal yaitu Francis Xaverius.

Puncak dari konflik antara Ternate dengan Portugis berakhir dengan terusirnya Portugis dari Ternate pada tahun 1575. Muncul sebagai pahlawan yang gigih berjuang melawan Portugis adalah Sultan Baabullah (1570–1583) bersama dengan puteranya Sultan Said. Dengan kekalahan ini, Portugis pindah ke wilayah Tidore dan pada tahun 1578 mendirikan benteng untuk mempertahankan kekuasannya di wilayah Maluku.

Selasa, 27 Januari 2015

Pembahasan Sejarah SIMAK UI 2009 Nomor 22

Pertanyaan :
22. Masyarakat Indonesia pada masa perundagian telah mengenal aturan pembagian kerja, karena …
(A) mereka telah hidup menetap
(B) merupakan masyarakat dengan kehidupan food producing
(C) teknologi perundagian memerlukan tenaga yang memiliki keahlian khusus
(D) budaya undagi dapat diproduksi oleh masyarakat yang telah maju
(E) hidup dalam kelompok-kelompok suku

Jawaban : C

Pembahasan :
Masa perundagian atau zaman logam adalah masa dimana manusia telah mengenal logam serta mampu membuat peralatan hidup dari logam. Alat-alat yang dihasilkan seperti kapak corong, nekara perunggu, arca perunggu, bejana perunggu dan perhiasan perunggu. Masyarakat pada masa perundagian diperkirakan sudah mengenal pembagian kerja. Hal ini dapat dilihat dari pengerjaan barang-barang dari logam. Pengerjaan barang-barang dari logam membutuhkan suatu keahlian, tidak semua orang dapat mengerjakan pekerjaan ini. Selain itu, ada orang-orang tertentu yang memiliki benda-benda dari logam. Dengan demikian pada masa perundagian sudah terjadi pelapisan sosial.Bahkan bukan hanya pembuat dan pemilik, tetapi adanya pedagang yang memperjualbelikan logam.

Pembahasan Sejarah SIMAK UI 2009 Nomor 21

Pertanyaan :
21. Adanya interaksi antara kebudayaan Hindu dan kebudayaan Islam di Indonesia jelas terlihat dari …
(A) letak masjid yang berdekatan dengan alunalun
(B) atap masjid yang berbentuk meru
(C) upacara selamatan kematian seseorang
(D) membunyikan bedug sebagai petanda waktu sholat
(E) semuanya benar
Jawaban : E 

Pembahasan : 

Interaksi antara kebudayaan Hindu dan kebudayaan Islam yang dapat menghasilkan akulturasi dapat berwujud antara lain : 
Letak masjid yang berdekatan dengan alun-alun 
Hal ini terkait sistem macapat yaitu suatu tata cara yang didasarkan pada jumlah empat dan pusat pemerintah terletak di tengah-tengah wilayah yang dikuasainya. Pada pusat pemerintahan terdapat tanah lapang (alun-alun) dan di empat penjuru terdapat bangunan-bangunan yang penting seperti keraton, tempat pemujaan (Masjid/kuil), pasar, penjara. Susunan seperti itu masih banyak ditemukan pada kota-kota lama yang sebelumnya pernah menjadi pusat pemerintahan kerajaan Hindu dan Islam. 

Atap masjid yang berbentuk meru 
Meru merupakan salah satu bangunan suci umat Hindu di Bali, yang sangat agung, megah dan monumental, sarat dengan kandungan makna simbolis dan kekuatan religius. Meru dijumpai pada pura-pura besar di Bali dengan ciri khasnya adalah atapnya yang bertumpang tinggi. Seiring datangnya agama Islam atap meru diadaptasi pada beberapa bangunan Masjid yang beberapa beratap tumpang/susun satu, tiga bahkan ada yang lima tingkat/susun. 

Upacara selamatan kematian seseorang 
Kegiatan ini sering kita jumpai pada masyarakat Jawa yang sering dikenal dengan nama Tahlilan. Setelah mayat itu dikuburkan, kewajiban keluarga yang ditinggalkan adalah mendoakannya. Tahlilan biasanya dilakukan selama tujuh hari semenjak orang itu meninggal, dilanjutkan pada hari ke-40, ke-100, dan ke-1000. Dalam kegiatan tradisi itu, nilai-nilai agama masuk seperti membaca doa-doa dan ayat-ayat Al-Qur an. 

Membunyikan bedug sebagai pertanda waktu sholat 
Sejatinya dalam Islam pertanda waktu sholat adalah adzan, bukan bedug. Bedug sebenarnya berasal dari India dan Cina. Berdasarkan legenda Cheng Ho dari Cina, ketika ketika Laksamana Cheng Ho datang ke Semarang, mereka disambut baik oleh Raja Jawa pada masa itu. Kemudian, ketika Cheng Ho hendak pergi, dan hendak memberikan hadiah, raja dari Semarang mengatakan bahwa dirinya hanya ingin mendengarkan suara bedug dari masjid. Sejak itulah, bedug kemudian menjadi bagian dari masjid, seperti di negara Cina, Korea dan Jepang, yang memposisikan bedug di kuil-kuil sebagai alat komunikasi ritual keagamaan.